Untuk menentukan apakah kertas rilis kulit terkontaminasi parah, aspek-aspek berikut dapat dipertimbangkan: PEMERIKSAAN VISUAL Perubahan warna: Kertas rilis kulit normal biasanya berwarna putih atau warna terang tertentu. Jika terdapat perubahan warna yang nyata pada permukaan kertas, seperti menguning, menghitam, atau bercak warna, mungkin kertas tersebut terkontaminasi. Misalnya paparan minyak, bahan kimia, dll dapat menyebabkan perubahan warna. Noda dan noda: Amati permukaan kertas apakah ada noda minyak, noda tinta, noda lem, dan noda lainnya, serta noda yang tidak diketahui. Noda dan noda ini dapat mempengaruhi kinerja pelepasan kertas pelepasan dan kualitas kulit. Jika area nodanya besar atau bintiknya padat, ini menandakan polusinya parah. Kelekatan benda asing: Periksa apakah ada debu, rambut, serat, dan benda asing lainnya yang menempel pada permukaan kertas. Benda asing dalam jumlah kecil dapat dihilangkan dengan pembersihan sederhana, namun jika benda asing tersebut terdapat dalam jumlah besar dan sulit dibersihkan, hal ini menunjukkan bahwa kertas pelepas telah terkontaminasi berat. Identifikasi bau: Kertas pelepas kulit normal tidak memiliki bau khusus. Jika Anda mencium bau yang menyengat, busuk, atau bau tidak normal lainnya, hal ini mungkin disebabkan oleh kontak kertas dengan bahan kimia, pelarut organik, atau pertumbuhan jamur. Hal ini sering kali menunjukkan bahwa kertas pelepas telah terkontaminasi pada tingkat yang berbeda-beda, dan semakin kuat baunya, semakin parah kontaminasi yang mungkin terjadi.
pengujian kinerja
Uji kinerja rilis: Lakukan uji sampel kecil pada kertas rilis untuk mengamati efek pelepasannya. Jika sulit memisahkan kulit dari kertas rilis, atau jika terdapat residu pada permukaan kulit setelah pemisahan, hal ini menunjukkan bahwa kinerja pelepasan kertas rilis telah terpengaruh, yang mungkin disebabkan oleh kontaminasi. Polusi yang parah dapat menyebabkan penurunan kinerja pelepasan secara signifikan, sehingga tidak dapat memenuhi persyaratan produksi. Pengujian kinerja fisik: Lakukan pengujian kinerja fisik pada kertas pelepasan, seperti kekuatan tarik, kekuatan sobek, dll. Jika indikator kinerja ini jauh lebih rendah dari tingkat normal, hal ini mungkin disebabkan oleh struktur internal kertas yang rusak setelah kontaminasi, sehingga mempengaruhi sifat fisiknya, menunjukkan bahwa polusi lebih parah. Jika tingkat kontaminasi kertas pelepasan kulit masih belum pasti, sampel dapat dikirim ke lembaga pengujian profesional untuk dianalisis dan diuji guna mendapatkan hasil yang akurat.